Kalau berbicara soal
jajanan di daerah dinoyo makayang terlintas adalah Universitas Katolik WM (UKWMS)
dan kalau mendengar kata Widya Mandala (WM) maka orang banyak menanyakan rasa
batagor WM yang tekenal itu dan sebenarya tidak hanya batagor WM yang terkenal
tetapi kalau di diperhatikan sepanjang jalan dinoyo kearah jalan raya darmo di
penuhi jajanan – jajanan yang bermacam –macam.
Jajanan jajanan itu terdiri
dari jajanan – jajanan jalan atau streetfood dari Indonesia sampai dari Taiwan,
memang sepanjang jalanan ini di penuhi beragam jenis jajanan – jajanan khas
dari berbagai negara, mulai dari jajanan batagor WM yang terkenal itu sampai
jajanan ayam goreng dari taiwan sampai burger, tidak hanya jajanan tetapi juga
beraneka macam makanan yang ada di depot – depot di sepanjang jalan ini.
Ini berita baik bagi siapa
saja yang ingin mencari jajanan – jajanan streetfood karena di sepanjang jalan
Dinoyo mulai dari kampus UKWMS sampai ke arah McD Raya Darmo merupakan daerah
yang baik bagi siapa saja yang ingin mencari jajanan di siang hari, memang yang
paling terkenal di sepanjang jalan ini adalah batagor WM yang paling ramai baik
siang sampai sore hari.
Memang sekilas jika kita melihat
tempat dari batagor ini berada di ujung jalan dinoyo dan sangat ramai jika
siang hari, para pembeli tidak hanya dari mahasiswa WM tetapi juga dari anak –
anak SMA sekitar daerah tersebut selain itu pembeli batagor ini juga dari kalangan
orang – orang kantoran yang mungkin pada jam istirahat siang membeli jajanan
ini.
Tanpa kita sadari ada
jajanan atau streetfood juga yang tidak kalah enaknya dengan
batagor WM, tempat dari jajanan ini tidak jauh dari tempat batagor WM berada,
tempat jajanan ini berada di samping kanan tempat batagor WM, tepatnya di bawah
pohon di depan warung yang berada di depan kampus WM, ini adalah jajanan pentol
yang tidak kalah ramainya dari pesaing di sebelahnya antara lain batagor WM.
Yudi, itulah nama penjual
pentol yang di kenal dengan nama pentol Ubaya, pentol ini mulai beroperasi
mulai pukul setengah sembilan pagi sampai dengan pukul empat sore, kegiatan nya
di mulai pukul empat subuh sampai pukul setengah pukul enam subuh di mana pada
jam – jam tersebut ia memulai persiapan
untuk berjualan, menurutnya pembeli datang mulai datang pada pukul
delapan pagi.
Pentol Ubaya ini terdiri
dari pentol, gorengan, tahu dan pembelinya seperti biasa dapat mengkombinasi
ketiganya, seperti batagor, pentol ubaya pembelinya juga terdiri dari banyak
kalangan mulai dari mahasiswa WM sendiri atau para pelajar SMA yang berada di
sekitar daerah tersebut bahkan orang kantoran atau masyarakat Surabaya yang
lewat di daerah tersebut.
Jika di lihat dari bentuknya
memang tempat jualannya terlihat kecil namun tidak demikian dengan omsetnya,
pentol ubaya ini juga bisa dibilang memilki omset yang lumayan besar,
omset yang di hasilkan pentol Ubaya ini mencapa tujuh ratus ribu sampai delapan
ratus ribu per harinya, pada jam – jam tertentu biasanya di siang
hari, pentol ini ramai didatangi pembeli.
Yudi yang merupakan penjual
pentol Ubaya ini menuturkan bahwa pentol Ubaya ini juga berjualan tidak hanya
di UKWMS tetapi juga berjualan di universitas –unversitas lainya seperti di
ubaya dan di iSTTS di surabaya juga, ia menuturkan bahwa ia juga mendapatkan
THR atau tunjangan hari raya dalam berjualan pentol ubaya ini, begitulah yang
sampaikan oleh penjual pentol ini.
Yudi sudah bekerja empat
tahun dan ia juga menuturkan bahwa ia ingin membantu ibunya dalam hal ini ingin
membantu pengobatan ibunya yang sakit darah tinggi yang tinggal di Jombang,
Jawa Timur, ia juga menuturkan bahwa ia sebelum bekerja sebagai penjual pentol Ubaya
ia juga pernah bekerja sebagai cleaning
service di BG Junction selain
itu ia juga pernah bekerja sebagai kuli bangunan sebagai tukang bikin keramik.
Itulah beberapa informasi menegenai
kuliner streetfood yang ada di sekitar UKWMS yang selain
terkenal dengan batagor nya ada juga jajanan – jajanan lainya yaitu pentol Ubaya
yang tidak kalah ramai nya dengan batagor WM, dan juga beberapa infomasi
mengenai profil penjual pentol Ubaya tersebut.
0 comments:
Post a Comment