Pages

Sunday, June 8, 2014

Objektivitas untuk memilih CAPRES dan CAWAPRES Indonesia

(Sumber Gambar: Google Images)

Kita patut mempertimbangkan segala sesuatu yang menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan namun yang terutama adalah bersikap objektif. Apalagi terutama pada pemilihan calon pemimpin maupun calon wakil pemimpin yang dapat menentukan nasib negara Indonesia. Hal tersebut menyatakan bahwa kita sendiri yang secara tidak langsung menentukan hasil pilihan kita sendiri, kalau saja masyarakat Indonesia boleh berpandangan objektif dan memiliki kesatuan hati, terutama berani menyatakan hal yang benar dan mengkritik ataupun melawan hal yang tidak benar terutama kesatuan hati yang dimaksud adalah, dimana masyarakat menginjak kaum mayoritas yang menganut prinsip tersebut.

Namun subjektivitas dapat mencuat sewaktu-waktu karena bagian dari strategi dalam mengkampanyekan suaranya dan maksud bagi tiap kubu capres-cawapres, seperti faktor kedekatan, ataupun pemilihan suatu badan organisasi, adanya dukungan dari beberapa tokoh penting, dsb.

Menginjak tanggal 8 Juni persaingan pun semakin ketat dan begitu ‘panas’. Karena tersisa waktu 1 bulan (31 hari) untuk antar kubu dapat berkampanye dan menjalankan strateginya bahkan hingga untuk mengungguli kubu lawan. Berbagai isu dari setiap kubu akan digunakan untuk menjatuhkan antar kubu. Bahkan hingga permainan Black Campaign, yakni isu-isu yang tidak benar dan faktanya tidak dapat dibuktikan untuk menjatuhkan dan menyebarkan isu negatif dalam salah satu kubu.

Penentuan segmentasi merupakan salah satu hal yang penting, kita tidak dapat memukul rata target kita secara korporat, kita targetkan secara spesifik, karena belum tentu suatu kalangan masyarakat tentulah terpengaruh dan berminat untuk memilih suara kita. Dengan pertimbangan dan prediksi yang telah rancangkan.

Berbagai media iklan baik tv, koran maupun online dipergunakan dalam berkampanye. Pemilihan fasilitas media merupakan hal yang penting dalam mencitrakan calon pasangan, agar publik dapat mengetahui apa yang ditekankan atau dicitrakan, yang menentukan gambaran elektabilitas setiap antar calon pasangan bagi masyarakat Indonesia. Dalam hal ini pada kubu Prabowo-Hatta, media yang mendukung antara lain: Viva Group (TVOne dan ANTV) dan MNC Group (RCTI, MNCTV dan GlobalTV). Sedang pada kubu Jokowi-JK media yang mendukung antara lain: MetroTV (Media Group) dan sejumlah aktivitas media sosial.
(Sumber: Headline Koran JawaPos, Selasa 20 Mei 2014)

Salah satunya adalah penggunaan media outdoor. Media outdoor adalah salah satu media ampuh yang dapat jangkauannya berdasarkan teritori, wilayah, berbicara tentang pemilihan tempat yang strategis (seperti ramai/tidaknya, dsb.), dan yang terutama bagaimana mengemas dan mendesain baliho dan poster agar walaupun sekelebat (sekali melihat) apakah baliho dan poster tersebut dapat menarik pandangan, eyecatching. Hal tersebut murni adalah ide kreatifitasnya, tentang model desain, pewarnaannya, pesan yang disampaikan bahkan hingga pemilihan tempat.


(Sumber Gambar: Google Images) 

Bahkan berbagai isu gambar humor atau komik telah beredar baik dimedia online maupun dalam media sosial tentang isu-isu hangat yang beredar dimasyarakat, dan gambaran-gambaran tersebut bersifat menyindir dan seringkali tanpa bukti kebenaran fakta yang pasti.

(Sumber Gambar: Google Images)

Bahkan beberapa kritik dan pendapat kritis dalam pengamat politik ataupun tokoh masyarakat, bahkan sampai pada actor/artis, pula grub band dapat mempengaruhi sejumlah minat pemilih di berbagai jajakan daerah maupun kota ataupun pulau yang terbentang di seluruh negeri Indonesia.

Dan beberapa hasil survey yang dilakukan oleh LSI (Lembaga Survey Indonesia) dalam sebuah pernyataan portal berita, sebagai berikut:

Pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) masih mengungguli pasangan kandidat nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam survei pilpres yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Dari 33 provinsi, duet yang diusung PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura ini masih unggul di 31 provinsi.

"Walaupun dari hasil survei menunjukkan Jokowi-JK sementara unggul tetapi Prabowo-Hatta trendnya naik, sedangkan Jokowi-JK cenderung stagnan," ujar peneliti LSI Rully Akbar dalam jumpa pers hasil survei nasional LSI 'Pertarungan Wilayah Strategis dan Efek Cawapres' di kantor LSI, Jl Pemuda N0.70, Rawamangun, Jaktim, Rabu (4/6/2014).

Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan metodologi multistage random sampling. Responden survei sebanyak 2.400 orang dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuisioner. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui FGD,in depth interview dan media analisis. Margin of error survei sebesar 2,0%.

Rully menjelaskan, survey dilakukan di 7 provinsi terbesar dengan jumlah populasi pemilih mencapai 70% dari total pemilih nasional. Dari 7 provinsi itu, Jokowi-JK unggul di 5 provinsi, dan Prabowo-Hatta unggul di 2 provinsi.

Berikut hasil survei selengkapnya:

[1] Jokowi-JK, [2] Prabowo Hatta, [3] Rahasia/Belum memutuskan

Jawa Barat: [1] 39,06% [2] 29,96% [3] 30,98%
DKI Jakarta: [1] 30,66% [2] 35% [3] 34,34%
Banten: [1] 26,25% [2] 33,53% [3] 40,22%
Jawa Tengah: [1] 38,57% [2] 15,54% [3] 45,89%
Jawa Timur: [1] 31,71% [2] 21,4% [3] 46,80%
Sumatera Utara: 48,16% [2] 16,38% [3] 35,46%
Sulawesi Selatan: [1] 43,75% [2] 19,25% [3] 37,%

Sisa di 26 provinsi lainnya:
[1] 32,76% [2] 21,28% [3] 45,96%

(Sumber: http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/04/161341/2599773/1563/jokowi-jk-masih-unggul-di-31-provinsi-prabowo-hatta-2-provinsi?9922032)

Hasil pun belum memutuskan, namun biarlah pada pemilihan tanggal 9 Juli 2014 yang menjadi penentuan, siapakah yang akan terpilih, kita dapat melihat kompetensi dan kemampuan seseorang tidaklah dari apa yang dicitrakan, namun dari kualitasnya dalam menyampaikan pendapat, seperti akan dilaksanakan debat capres dan cawapres. Berikut ini adalah jadwal penyelenggaraan debat capres berdasarkan keputusan KPU dan hasil undian.

·         8 Juni 2014, debat capres diselenggarakan dan ditayangkan olehSCTV. 
·         15 Juni 2014, debat cawapres diselenggarakan dan ditayangkan oleh Metro TV. 
·         22 Juni 2014, debat capres diselenggarakan dan ditayangkan olehTV One. 
·         29 Juni 2014, debat cawapres diselenggarakan dan ditayangkan oleh RCTI. 
·         5 Juli 2014, debat pasangan capres-cawapres diselenggarakan dan ditayangkan Kompas TV dan TVRI. 
Dan sebagai penutup. Didunia ini tidak ada manusia yang sempurna, namun yang kita tentukan dan kita pilih adalah sosok pemimpin yang kompeten (mampu) dan sesuai (cocok) dengan segala apa yang dijanjikannya (visi-misi), namun tidak sekedar janji belaka, ada langkah pasti yang dikerjakannya. Dan yang terutama sosok pemimpin yang jujur, berintegritas (mengadopsi nilai-nilai kepemimpinan secara umum), dan bukan sosok pemimpin yang korup, untuk memperbaharui sistem Indonesia yang sudah korup ini secara perlahan dan bertahap. (*Vin) (9/6 2014)

0 comments:

Post a Comment